Keajaiban Nadzar dan Restu Orang Tua
Pertengahan bulan februari 2013 .
Aku yang saat itu masih duduk di kelas 3 Sekolah Menengah Atas di Kotaku . .yang sebentar lagi akan menghadapi Ujian Nasional. . yang di kenal sebagai batas antara masa anak-anak dan masa dewasa. .
Setelah lulus aku berencana ingin melanjutkan kuliah . seperti yang kebanyakan temanku bicarakan. .tapi saat mengingat kondisi ekonomi keluarga yang lagi kurang baik .membuat keinginanku sedikit menemui ganjalan di dalam hati .karena aku tak ingin terus membebani kedua orang tuaku. aku adalah anak pertama dari tiga bersaudara kedua adikku masih duduk di bangku sekolah dasar yang juga membutuhkan biaya lumayan banyak . .
Saat ada sebuah pendaftaran ke Perguruan Tinggi yang pada waktu itu namanya “SNMPTN” aku tidak bisa begitu saja mendaftarkan diri karena aku perlu meminta restu kepada kedua orang tuaku . setelah berbicara dan meminta pendapat kepada kedua orang tuaku . .yang pada awalnya mereka takut dengan biaya mahal yang biasanya di terapkan di Perguruan Tinggi . akhirnya mereka pun mengizinkan aku untuk mengikuti pendaftaran itu . .dengan harapan aku dapat diterima dan kelak setelah lulus dapat mengangkat derajat kedua orang tua. .
Keesokan harinya saat selesai pendaftaran aku yang sedang duduk bersama teman-teman di depan kelas. Aku ditanya oleh salah seorang temanku “apa yang kamu lakukan ketika kamu lulus dan diterima di Perguruan Tinggi yang kamu inginkan ? “.aku pun mengucapkan sebuah Nadzar “jika aku lulus Ujian Nasional dan di terima di Perguruan Tinggi yang aku inginkan aku akan memangkas rambutku sampai plontos pada saat itu juga dan kalian yang akan menjadi saksinya”. Dan temanku menjawab “iya gar akan ku pegang perkataanmu itu”.
Dua bulan berlalu . .setelah Ujian Nasional selesai . .aku pun mulai was-was menunggu hasil pengumuman kelulusan Ujian Nasional dan seleksi bersama masuk Perguruan Tinggi yang tinggal beberapa hari . .
Pada waktu itu hari jum’at 24 mei 2013. Hari dimana akan ada pengumuman kelulusan Ujian Nasional . .aku yang dari semalam tak tenang menunggu hasil belajarku selama 3 tahun di SMA. Pada saat pengumuman seluruh siswa kelas tiga dilarang meninggalkan rumah dikarenakan jika ada siswa yang tidak lulus ujian akan di datangi pihak sekolah ke rumah masing-masing. Hal itu semakin memperburuk suasana hati. Setelah seharian menunggu alhamdulillah aku dan semua teman-teman satu sekolahanku lulus . dengan pengumuman itu banyak di kalangan teman-teman yang langsung mengadakan konvoi ke jalanan dengan baju di coret-coret. Tapi aku tidak mengikuti ajakan mereka karena aku masih punya satu beban yaitu masuk di Perguruan Tinggi yang pengumummannya dijadwalkan 3 hari setelah pengumuman Ujian Nasional.
Hari yang ditunggu-tunggu pun tiba. .aku yang tidak ingin galau memikirkan ini memutuskan untuk bermain kerumah salah seorang saudaraku. Karena aku tau pengumuman tidak ada kepastian akan turun pada jam berapa.
Pada saat itu pukul 4 sore banyak dari teman-teman yang bertanya lewat pesan singkat “Gar apa kamu lulus SNMPTN ? ? , Siapa saja yang lulus dari sekolah kita ? ”. karena aku takut untuk melihat pengumuman itu di website resmi SNMPTN, Tanpa ku balas serentak aku pun mulai ikut bertanya kepada teman-temanku “Halo gimana nih hasil pengumuman SNPMPTN lulus ? ? dimana ? siapa saja ?” namun banyak jawaban kecewa yang datang dari mereka. Hal itu semakin membuatku takut untuk melihat pengumumanku sendiri apalagi banyak teman-teman yang lebih pandai dari aku juga tidak lulus.
Aku pun bercerita kepada saudaraku tentang itu, tanpa berpikir panjang dia pun langsung mengambilkan sebuah laptop dan modem memaksaku untuk melihat hasil itu dengan berkata “ ini ibarat sebuah sebuah kompetisi mas,ada yang menang ada yang kalah. Menang atau kalah kita harus siap menghadapinya”. Mendengar perkataaan itu aku pun memberanikan diri membuka pengumuman itu . dengan gemetar aku pun log in dengan userku dengan mata mengintip aku pun melihat sebuah warna hijau dengan tulisan “selamat anda lulus SMNPTN 2013 Jurusan Teknik Komputer di Universitas Brawijaya Malang”. Aku terus membaca ulang tulisan-tulisan itu dengan rasa tidak percaya terhadap apa yang aku baca.
Setelah itu aku mengucapkan terimakasih kepada saudaraku dan berpamitan pulang. Saat di tengah jalan aku melihat sebuah tempat pangkas rambut, aku pun teringat dengan nadzar yang pernah aaku ucapkan. Tanpa berfikir panjang aku pun langsung berhenti disana dan billang pada tukang pangkas rambut itu “ pak ? tolong pangkas rambut saya sampai habis !”. tukang pangkas itu pun menjawab “iya mas,”. Setelah selesai memangkas rambut aku bergegas pulang untuk memberitahukan kabar bahagia ini kepada kedua orang tuaku.
Sesampainya di rumah aku pun langsung memberitahukan kepada mereka “buk , yah ? aku pingin ngomong?” . ibu menjawab “ apa le ? “. “Begini bu, aku lulus SNMPTN di Brawijaya buk , terus gimana ?”. ibu menjawab “ Alhamdulillah beneran ta le ? terus kapan daftar ulangnya ? “. Aku dengan nada takut menjawab “ bulan juni buk , tapi kalau biaya mahal gimana ? “. Ayahku ikut menjawab “ Udah gar, kalau masalah biaya gak usah difikirin itu tanggung jawab ayah, meskipun keadaan ekonomi kita masih kurang baik tapi Allah pasti memberi banyak jalan buat ayah mendapatkan uang untuk biaya kamu, tugas kamu hanya belajar dan belajar buat bangga kami itu aja cukup”.
Aku pun menanggapi jawaban ayahku “ tapi yah, andai ayah gak mampu aku gak apa-apa kok gak kuliah dulu. Aku mau kerja dulu aja nanti kalau uangku udah banyak aku mau membiayai kuliahku sendiri,aku gak mau merepotkan kalian lagi”. Dengan tenang ayah menjawab “ udah,dengerin kata ayah tugas kamu untuk saat ini cuma belajar “.
Mendengar kata itu pun aku langsung diam dengan hati gembira karena melihat kedua orang tuaku yang melakukan apapun demi kebaikanku.
Dengan semua itu aku sadar bahwa semua akan mulai di sini . aku masuk PTN karena Allah, keajaiban Nadzar dan restu kedua orang tuaku.
Di Perguruan Tinggi Ini aku harus menjadi orang sukses dan berguna demi membanggakan kedua orang tuaku. Aku tidak akan menyianyiakan usaha mereka yang membanting tulang untuk membiayai semua kebutuhan kuliahku. Aku berjanji akan menjawab semua usaha kalian dengan kesuksesan ku , aku berjanji.
Aku sayang kalian Ayah, Ibu !.


Mantap mas
ReplyDeleteSukses trus
makasih gan hehe,
DeleteSubhanalloh...
ReplyDeleteKeren gan.